Senin, 18 November 2013
Kamis, 07 November 2013
Travel dan Teknologi Informasi
Tentang Potensi
Penggunaan Teknologi Informasi Dan Media Digital
Untuk
Promosi Pariwisata di Sulawesi Selatan
Tak dapat dipungkiri, perkembangan aktifitas dan interaksi online di
Indonesia terus berkembang secara gesit dan eksponensial. Tahun lalu,
berdasarkan informasi diatas, menggambarkan sangat jelas profil “kekuatan”
dunia maya di negeri kita. infografik
diatas yang begitu fantastis menyajikan sejumlah fakta aktual dan signifikan
mengenai geliat aktifitas online di Indonesia dimana pengguna internetnya
meningkat dari 42
juta orang di tahun lalu dan kini
menjadi 55 juta.
Dengan jumlah penduduk 240 juta
orang, ini berarti terdapat 23% penetrasi internet yang didominasi oleh
penduduk di kota-kota besar. Disebutkan bahwa dari jumlah 55 juta pengguna
internet tersebut terdapat 29 juta pemakai perangkat mobile. Ini bisa dimaknai
pula bahwa 50% pengguna internet di Indonesia melakukan browsing melalui
perangkat mobile. Jumlah ini terus bertambah seiring semakin murahnya perangkat
akses internet juga daya jangkauan sinyal kian memadai.
Fenomena di Makassar
Kota Makassar mengungguli dua kota
terbesar Indonesia, Jakarta dan Surabaya, dalam pertumbuhan penggunaan akses
internet melalui telepon genggam (mobile internet) di kuartal pertama tahun
2013. Data ini merupakan hasil survei dan riset parsial yang dilakukan
Yahoo! Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres (TNS) Indonesia.
Yahoo! adalah salah satu
perusahaan online terbesar dunia. Sedangkan TSN lembaga riset pasar ternama
asal Amerika yang berdiri sejak tahun 1960.
Adalah Karthik Venkatakrishnan,
Business Director & Group Head TNS Indonesia, yang memaparkan beberapa
temuan riset terbaru tersebut. makassar berada
di posisi ketiga, di bawah Semarang (Jawa Tengah) dan Bandung (Jawa Barat). Di
tahun 2012, pertumbuhan pengakses mobile internet di Semarang hanya sekitar 29
persen. Namun di tahun 2013 ini jumlahnya meningkat menjadi 70 persen.
Sementara di Bandung tumbuh 62 persen yang tahun lalu hanya di angka 42 persen.
Sedangkan Makassar pertumbuhanya
mencapai 52 persen atau naik drastis dibandingkan tahun lalu yang hanya 15
persen.
Ketiga kota di atas melebihi
Jakarta yang pertumbuhannya tahun ini mencapai 51 persen sedangkan tahun lalu
25 persen.
Dari informasi yang disajikan
diatas bisa menjadi salah satu dasar kajian bagaimana menggagas strategi
pemasaran online pariwisata di Sulawesi-Selatan. Dengan “pasar” yang sangat
potensil dan terbuka lebar, hal ini menjadi peluang penting untuk merancang
rencana aksi yang lebih konkrit dalam hal promosi lewat dunia maya. Pada bulan
Maret 2011 lalu, di Indonesia bahkan telah diadakan E-Tourism Summit yang digelar di
Jakarta dan Bali, yang menunjukkan indikasi kesadaran pemerintah dan pelaku
bisnis pariwisata tentang pentingnya promosi online produk-produk pariwisata.
Sebelum membahas lebih lanjut
kajian promosi online Pariwisata di Sulawesi Selatan, ada baiknya kita melihat
kembali bagaimana sesungguhnya profil pemasaran online itu dimaknai. Pada
awalnya asumsi pemasaran online tak lebih dari sekedar “memindahkan” iklan
konvensional yang selama ini beredar di majalah, televisi atau suratkabar ke
media internet. Namun dalam perkembangannya, hasil maksimal ternyata bisa
didapatkan dengan melakukan optimalisasi iklan di internet dengan memanfaatkan
karakteristik unik dari pemasaran online itu sendiri dimana banner iklan tidak
lagi sekedar dipasang namun memerlukan sejumlah aksi-aksi “simultan” penuh
muatan kreativitas serta konvergensi beragam kemungkinan dan strategi
pendekatan lainnya melalui target audiens yang spesifik seperti : viral
marketing melalui email, membuat webtorial pages (terpisah dari situs korporat)
termasuk halaman khusus “produk” tertentu di facebook, sinergi dengan mobile
marketing, dan online survey/pooling.
Direktorat Jendral Pemasaran
Pariwisata untuk periode 2010-2014 hendak melaksanakan kegiatan pemasaran
dengan tiga basis utama, yaitu: (1) Meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara
dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam lima tahun. (2)
Mempromosikan 10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan
yang kreatif dan efektif. (3) Melakukan konsolidasi akses transportasi
mancanegara dan dalam negeri, terutama ke 10 tujuan pariwisata Indonesia.
Dalam salah satu paparan dari
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, berkaitan itu,
mengungkapkan strategi pemasarannya mencakup ide membangun country
image akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, untuk image destinasi
pariwisata hendaknya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, sedangkan mengenai
promosi produk pariwisata oleh pihak swasta atau industri.
Strategi pemasaran akan berfokus
dengan menerapkan horizontal marketing, antara lain
menggunakan on-line. Melaksanakan integrated marketing
communication, yang mencakup kegiatan public relations melalui
penyebaran materi yang kuat dengan news value,
melaksanakaan co-marketing, dan meningkatkan peran VITO, – Visit
Indonesia Tourism Office. Vito merupakan kantor-kantor yang ditunjuk
mempromosikan pariwisata di 10 kota internasional. Selain itu, juga kerjasama
dengan KBRI.
Adapun pemasaran produk wisata,
akan difokuskan dengan thematic product, seperti tema tour untuk
menikmati spa, diving, golf dst. Produk di luar kaitan alam dan budaya,
mencakup religious tourism, green tourism, MICE dst.
Arah dan strategi pemasaran
tersebut, hendak dilaksanakan melalui pokok-pokok program pemasaran, meliputi :
(1) Fasilitasi consumer show , direct selling di luar
negeri. (2) Familiarization trip untuk wartawan, tokoh dan
selebritis dari luar negeri ke Indonesia. (3) Skema pemberian stimulus. (4)
Publikasi destinasi pariwisata. (5) Mendorong kegiatan pariwisata dalam negeri,
wisnus. (6) Penambahan aksesibilitas udara dan (7) Meningkatkan kualitas
pelayanan termasuk di bandara, taksi, Visa on Arrival, dls.
Uraian diatas setidaknya bisa
menjadi rujukan merancang strategi promosi online pariwisata daerah khususnya
di Sulawesi Selatan.
Berikut adalah usulan strategi
pemasaran online pariwisata di Sulsel secara sederhana dan aplikatif dengan
target capaian yang diharapkan yakni menjadikan obyek Pariwisata Sulawesi
Selatan menjadi primadona serta unggulan untuk memperoleh tambahan pendapatan
dari sektor yang sesungguhnya bisa menjadi “tambang emas” strategis bagi
alternatif pemasukan keuangan untuk pembangunan daerah, yaitu:
1. Merumuskan konsep
pemasaran online dengan Riset/Survey yang jelas dan terukur
Langkah perdana yang perlu
dilaksanakan adalah merancang konsep pemasaran online dengan mengandalkan hasil
survey atau riset–baik dilakukan secara internal (misal melalui Dinas
Pariwisata Sulsel) atau eksternal (hasil riset dari lembaga survey dari luar) —
termasuk menelisik lebih jauh hasil statistik perkembangan pariwisata di
Sul-Sel serta strategi jangka panjangnya. Tidak hanya itu, wawasan untuk
mendapatkan konsep promosi online yang lebih efektif dan terukur bisa diperoleh
melalui diskusi-diskusi lintas komunitas, Focus Group Discussion, termasuk
melakukan Online Community Engangement yang secara langsung maupun
tidak mempunyai kedekatan emosional dengan Sulawesi Selatan. Akan lebih baik
lagi, jika uraian konsep promosi online diterapkan secara spesifik pada obyek
wisata maritim (misal Pantai Bira, Pulau Samalona, dll), obyek wisata budaya
dan sejarah (misal Balla Lompoa, Fort Rotterdam, dll) bahkan wisata kuliner.
Diharapkan konsep yang dibuat benar-benar digali dengan merujuk pada kondisi
aktual yang terjadi, target yang ditetapkan serta kemungkinan masa depan.
2. Memperkuat Product Positioning dengan
Menetapkan Kanal Promosi yang tepat
Website Pariwisata Sulawesi
Selatan merupakan target utama khalayak untuk memperoleh informasi yang jelas
dan akurat mengenai obyek-obyek wisata andalan. Olehnya itu, Product
Positioning untuk membangkitkan minat dan kesadaran masyarakat yang
menjadi calon konsumen perlu ditingkatkan dengan menggunakan kanal promosi yang
tepat dan efektif. Dan ini mesti digarap secara serius, bahkan bila perlu
dikelola baik dengan “New Media” Promotion Manager yang profesional.
Menggunakan kanal media sosial seperti Facebook dan Twitter bisa menjadi sarana
yang bagus untuk promosi online namun bukan tidak mungkin–bila berdasarkan
survey yang diadakan sebelumnya– justru kanal promosi yang pas adalah melalui
email, optimasi SEO (Search Engine Optimazion), promosi lewat blog
atau mobile advertising. Kecermatan dalam memilih kanal promosi
menjadi salah satu kunci keberhasilan promosi online. Tentunya pendekatan
berbeda bisa diterapkan untuk masing-masing jenis produk yang dipasarkan (misal
wisata maritim memiliki teknik/strategi promosi online yang berbeda dengan
wisata kuliner).
3. Melibatkan Secara
Aktif Komunitas Lokal Berbasis Online
Komunitas Lokal berbasis online misalnya Komunitas Blogger Makassar, AngingMammiri,
merupakan salah satu potensi besar untuk menjadi mitra strategis bagi promosi
online pariwisata di Sulawesi Selatan. Tidak hanya keunggulan karena memiliki
keterikatan emosional dengan tanah kelahiran dan memiliki muatan “heroik” serta
“militansi” lebih besar dalam hal memasarkan produk wisata daerahnya, namun
juga kemampuan mereka, para blogger, menghasilkan konten yang orisinil,
obyektif dan akurat terkait obyek-obyek wisata di Sulsel melalui blog dapat
menjadi “viral marketing” yang efektif dan murah ke khalayak dengan pendekatan
lebih personal. Kolaborasi bisa dijalin dengan komunitas ini dengan menyiapkan
halaman khusus “Blog” disitus pariwisata Sulsel. Sinergi komunitas online lain
bisa dijalin melalui kerjasama dengan mailing list berbasis komunitas untuk
pemasaran produk obyek wisata (bukan tidak mungkin kerjasama konstruktif
dijalin bersama komunitas ikatan alumni sekolah/universitas Sulawesi Selatan)
4. Sinergi Bersama Situs
Pendukung Eksternal
Eksistensi website pariwisata
Sul-Sel, sebaiknya di-sinergikan dengan situs-situs online eksternal yang
terkait dengan destinasi wisata Sul-Sel. Misalnya, kerjasama dengan situs
www.wego.com yang menyediakan informasi penerbangan/tiket pesawat serta hotel.
Tidak menutup kemungkinan promosi kepariwisataan juga bisa diterapkan melalui
situs perjalanan wisata dan penerbangan. Bahkan, pola kerjasamanya dapat
dikembangkan dengan menyelenggarakan kuis atau lomba blog berhadiah paket
perjalanan wisata ke Sulawesi Selatan. Saya pernah menjadi kontributor konten
di YahooTravel dan beberapa kali
memuat promosi tentang obyek wisata di Sul-Sel (misalnya Pantai
Bira, Bantimurung,
Fort
Rotterdam, Pantai
Losari), tentunya tidak menutup kemungkinan kerjasama konstruktif bisa
dijalin bersama situs online Yahoo
Indonesia atau portal online terkemuka lainnya untuk keperluan promosi
daerah wisata di Sul-Sel.
5. Kampanye Produk
Wisata dengan “Juru Kampanye” yang tepat dan lugas
Promosi dan Kampanye online
kepariwisataan akan kian efektif bila melibatkan “Juru Kampanye” (endorser)
yang tepat serta lugas pada tiap produk wisata Sul-Sel. Juru Kampanye ini tidak
terbatas pada selebriti atau tokoh tertentu yang berpengaruh namun bisa pula
melibatkan “digital influencer” yang memiliki kapabilitas dan
integritas dalam mempromosikan produk (tanpa terkesan mengiklankan) lewat
jaringan sosial media yang dimilikinya. Umumnya mereka memiliki kemampuan dan
“daya gugah” handal dalam “berkomunikasi” lewat media digital dengan
khalayak onlinenya. Kecermatan memilih juru kampanye yang tepat akan sangat
menentukan efektifitas promosi.
6. Meningkatkan Kinerja
Promosi Online
Situs pariwisata yang kaku,
tidak menarik dan tidak “ramah” pengunjung (waktu loading yang lama,
tidak ada fasilitas interaksi, kurang informatif) menjadi salah satu faktor
kegagalan dalam promosi online. Olehnya itu, bila situs Pariwisata Sul-Sel
ingin dijadikan sebagai sumber rujukan dalam mencari obyek wisata andalan, maka
pembenahan situs online menjadi sangat esensil sifatnya. ”Mempersenjatai”
situs online dengan sarana interaksi media sosial (seperti Twitter,
Facebook, Pinterest, Koprol, Google Plus, dll) merupakan sebuah langkah
efektif .Dengan melibatkan profesional yang benar-benar paham bagaimana
meningkatkan kinerja sebuah situs online (termasuk optimalisasi SEO-nya) maka
diharapkan website Pariwisata di Sulsel akan menjadi sumber referensi paling
terpercaya.
Demikian pandangan sederhana
saya menggagas strategi pemasaran online pariwisata di Sulawesi Selatan. Menutup
pointer ini mengutip pengalaman menarik dari Islandia yang memanfaatkan dengan
baik promosi online potensi pariwisatanya lewat aktifitas sosial media seperti
yang saya kutip dari
Media sosial tidak hanya
digunakan untuk membangun jejaring perteman. Tidak juga hanya untuk membangun
komunikasi bisnis yang lebih horisontal dengan pelannggan. Pemerintah
sekelas negara pun bisa memanfaatkannya untuk mengelola pemerintahannya.
Ambil contoh Islandia. Paling tidak ini yang diceritakan kolumnis Mashable
Samantha Murphy.
Samantha Murphy terkesima dengan
pernyataan Presiden Islandia Olafur Ragnar Grimsson. Grimsson bercerita panjang
lebar bagaimana dia memanfaatkan media sosial untuk membangun kembali
bangsanya. Faktanya, presiden yang memerintah selama 16 tahun itu baru saja
mengumumkan akan mengikuti pemilu kembali. Dia menandaskan bahwa media sosial
bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan Islandia, sebuah negara keciul bersalku
di kawasan Samudra Atlantik yang tidak banyak dikenal orang. Selain itu, orang
asing yang bertandang ke sana tidak perlu heran bila diperlakukan seperti di
rumah sendiri setelah melihat bagaimana Grimsson menjalankan pemerintahannya.
“Islandia adalah sebuah masyarakat yang didasarkan pada prinsip bahwa setiap orang
adalah teman sampai terbukti sebaliknya,” kata Grimsson. Menariknya, Grimsson
memanfaatkan Internet untuk mengelola dan memasarkan negerinya, khususnya dalam
mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Grimsson memanfaatkan berbagai media
sosial, seperti Tumblr dengan headline “Iceland Wants to be Your Friend”, di
Twitter, dan Facebook. Media sosial ini membangkitkan kesadaran akan bangsa dan
juga mendukung program turisme di Islandia.
Pada tahun 2011, dengan kampanye
“Inspired by Iceland”, pemerintah mengajak semua warha negara Islandia untuk
berani melakukan traveling di negeri sendiri. Dan, presiden sendiri juga turun
tangan melakukannya sehingga menjadi merangsang warga negara melakukan hal yang
sama. Secara keseluruhan, Internet diyakini memiliki peran besar dalam hal ini
yang mana pemerintah mengundang warga negara memberikan komentar bebas dalam
kampanye-kampanye onlinenya. Sangat inspiratif aksi yang telah dilakukan oleh
Islandia dan bukan hal yang mustahil untuk diterapkan bagi promosi pariwisata
di Sulawesi Selatan lewat jalur online.
Langganan:
Komentar (Atom)

